Menelusuri sejarah masjid sejak jaman Nabi Muhammad saw pada abad ke 7
masehi, masjid dijadikan sebagai pusat kegiatan umat islam dari segala
macam kegiatan. Pada jaman nabi, masjid bukan sekedar tempat kegiatan
keagamaan, tetapi sudah menjadi pusat kegiatan
umat sehari-hari. dari masjid, rasulullah membangun umat islam dan
mengendalikan pemerintahannya. mereka yang memakmurkan masjid adalah
orang yang mendapat petunjuk dari allah, seperti dinyatakan dalam
surat at taubah ayat 18 yang berbunyi :
"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid allah ialah orang-orang yang
beriman kepada allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada
allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan
orang-orang yang mendapat petunjuk".
Tingkat kemakmuran masjid akan sangat dipengaruhi oleh kepengurusan
masjid (takmir). tanpa takmir yang profesional, maka masjid nyaris
sepi dari semua kegiatan ibadah. masjid seringkali menjadi simbol
kebesaran islam, namun jauh dari kegiatan-kegiatan untuk
memakmurkannya, bahkan kerapkali sepi dari aktivitas.
Masjid masih belum diberdayakan secara proporsional bagi pembangunan
umat islam. memang tidak mudah mengajak umat untuk kembali ke masjid
seperti jaman rasulullah. Persepsi yang berkembang, bahwa masjid
adalah untuk kepentingan kegiatan spiritual belaka, sehingga umat
islampun tercerai berai dalam persaudaraannya. Organisasi-organisasi
islam belum bisa menciptakan rasa kesetiakawanan muslim yang
sebenarnya, karena para pemimpinnya belum dapat mengamalkan isi
al-Qur'an dan al-Hadits
secara konsekwen.
Memakmurkan masjid memiliki arti yang sangat luas, yaitu
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersifat ibadah, baik ibadah
ukhrawi maupun duniawi.
Masjid Jami' Al-Ihsaniyyah Bali Mester
-
Masjid Jami' Al Ikhsaniyyah Bali Mester.
Masjid Jami Al-Ikhsaniyyah ini berada tepat disebelah utara fly over
Kampung Melayu, bersebelahan dengan kantor ...






0 komentar:
Posting Komentar